Powered By Blogger

Sabtu, 23 Oktober 2010

Belum Ada Judul

Kosong,
Penatku menutupi pencerahan
Mataku merah bukan marah
Haruskah ku songsong esok tanpa mata?

Tubuh kuat ini terkulai
Lengan kekar ini melemah
Hati indah ini meredup
Pikiran ku pudar melawan gelap

Namun, esok tetaplah esok
Aku tetaplah aku
Esok ku tetap tersenyum
Dipagi itu pun ku kan riang

Karya: Abrori Abdul Rozak

Kamis, 14 Oktober 2010

Lari Pagi, ngelilingin UNPAD...:)

Abis futsal kemaren lawan senior badan ni berasa pegel-pegel, mungkin gara-gara dah lama ngak olah raga kali y? Akhirnya pas jam setengah lima gw bangun trus solat, tiba-tiba timbul hasrat tuk lari pagi. Tujuannya sih biar badan yang pegel-pegel ni bisa jadi agak enakan.

Ya udah, langsung deh gw ganti baju trus keluar kosan gw yang kebeneran emang jaraknya deket ma kampus. Eh pas keluar ternyata masih gelap banget, gmn ngk? orang masih jam 5 kurang 15 menit. Tapi kalo balik lagi nanggung juga sih, soalnya dah nyampe depan parkir fakultas sastra. Dari pada kelamaan mikir trus gw cuma diem doang, mending gw langsung lari.

Sambil lari gw liat gedung-gedung fakultas ma pemandangan-pemandangan yang ada di sekeliling gw, indah bener, benar-benar suatu kenikmatan yang harus disyukuri. Ternyata enak juga ya lari pagi sambil menghirup udara segar yang ada di UNPAD. Sesaat gw sempet berpikir kenapa ngak gw jadiin rutinitas gw aja nih lari pagi, kan mantep juga tuh biar badan gw langsing...hehehe.

Tapi lari pagi ngelilingin UNPAD ternyata ripuh eunk, baru nyampe Gedung Bale Santika napas gw dah naek turun gak karuan. Biar pun kayak gitu gw ngak pengen berhenti, pokoknya kalo belum nyampe depan parkir sastra mah gw ngak mau berhenti, mending gw lari pelan-pelan tapi pasti, dari pada gw lari sekuat mungkin tapi kesananya gw malah jalan.

Singkat cerita gw dah nyampe depan ATM center, nah pas di situ tuh berasa banget kalo napas gw dah sekarat banget (ha heh hoh lah kalo istilah sundanya mah). Akhirnya abis ngelewatin ATM center gw milih lewat belakang stadion UNPAD. Beeh...pas di situ kan ada tanjakan tuh, masya Allah...gile beneer. lututku ini berasa mo copot (ya ngak segitunya sih, hehe). Tapi gw tetap berusaha supaya terus berlari sampe depan parkir sastra, walapun dengan baju yang udah basah kuyup karena keringat gw.

Pas tinggal dikit lagi gw nyampe di depan parkir sastra tepatnya di depan pos satpam sastra, bener-bener dah yang namanya napas tuh udah tinggal d tenggotokan doang, gw kuat lagi gw narik napas dalam-dalam. Dengan susah payah akhirnya sampe juga deh di depan parkir sastra. Langsung deh gw istirahat di parkir sastra sambil ngelurusin kaki. Setelah istirahat sebentar gw mulai peregangan otot-otot di lapangan basket sastra.

Memang hasilnya seperti yang diharapkan, badan gw terasa lebih enteng trus otot-otot terasa lebih renggang. Setelah semuanya selesai, langsung deh gw pulang ke kosan buat istirahat sama sarapan. Indahnya hidup jikalau diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat....:)

Rabu, 13 Oktober 2010

Cerita Baru tentang Kancil dan Kura Kura

Suatu hari kura kura dan kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat. Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding. Sang kancil melesat dengan cepat dan setelah merasa jauh melampaui kura kura dia berhenti sejenak di bawah pohon untuk beristirahat sebelum memulai lagi perlombaannya. Sang kancil terduduk di bawah pohon dan akhirnya tertidur, dan kura kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara. Sang kancil terbangun dan mendapatkan dirinya kalah dalam pertandingan tersebut.

Maksud dari cerita ini adalah mereka yang lambat apabila konsisten akan memenangkan pertandingan.

Ini adalah cerita yang biasa kita dengar sejak kita kecil, baru-baru ini ada seseorang yang bercerita versi baru yang lebih menarik. Rupanya ceritanya bersambung.....

Sang kancil sangat kecewa dengan kekalahannya, lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati-hati dan terlena. Kalau saja dia lebih waspada maka tidaklah mungkin kura kura bisa mengalahkannya. Lalu ditantangnya lagi kura kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui kura kura. Dan kali ini sang kancil menang dengan mutlak dia berlari tanpa henti.

Maksud dari cerita ini adalah cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten.

Kalau ada dua orang di perusahaan, yang satu lambat pakai metoda handal, sedangkan satu lagi cekatan dan handal, maka yang cepat dan handal akan maju lebih cepat dan konsisten.

Tapi ceritanya tidak hanya sampai di sini, kali ini sang kura kura melai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan kancil pada jalur seperti yang lalu.

Setelah berpikir keras, kali ini kura kura menantang sang kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda. Sang kancil setuju, mereka mulai berpacu dan sang kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti, sampai akhirnya berhenti di tepi sungai karena harus menyeberang. Rupanya garis finishnya terletak beberapa ratus meter setelah tepi di seberang sungai. Sang kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa...., dan tidak lama kemudian muncul kura kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai ke garis finish dan memenangkan pertandingan.

Maksud cerita ini adalah pertama temukan kekuatan utama anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kekuatan utama anda.






Selasa, 12 Oktober 2010

Kisah Seekor Ulat dan Nabi Daud A.S.

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.
Lalu Nabi Daud A.S. berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?"
Sebaik saja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud A.S. "Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca 'Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar' setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca 'Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim' setiap malam sebanyak 1000 kali.

Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S. "Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?"
Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T. maka Nabi Daud A.S. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T.
Begitulah sikap para Nabi A.S. apabila mereka mentedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T. Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa saja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.

Jenazah Berubah Menjadi Babi Hutan

Seorang anak mendatangi Rasulullah sambil menangis. Peristiwa itu sangat mengharukan Rasulullah S.A.W yang sedang duduk bersama-sama sahabat yang lain.
"Mengapa engkau menangis wahai anakku?" tanya Rasulullah. "Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melawat. Aku tidak mempunyai kain kafan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?" Tanya anak itu.
Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu. Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah S.A.W.

Maka datanglah sendiri Rasulullah S.A.W ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyembahyangkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa herannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan.
Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya.
"Ayahku tidak pernah mengerjakan solat selama hidupnya," jawab anak itu. Kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, "Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat."

Pahlawan Neraka

Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua belah pihak pulang ke markas masing-masing.

Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia terlihat seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat.
Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."
Para sahabat menjadi heran mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawaban Rasulullah itu.
Rasulullah sadar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

"Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."
Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang."

Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.

Pendahuluan

Segala puji kita panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, karena berkat karunia-Nyalah segala sesuatu bisa terjadi. Tak lupa pula shalawat beserta salam kita panjatkan kepada nabi tertinggi anti korupsi, baginda termuliya anti durhaka yakni habibana wa nabiyana Muhammad SAW.

Maksud dan tujuan saya mebuat blog ini adalah sebagai wadah menuangkan kreativias dan opini yang selalu terpendam di dalam diri. Dengan dibuatnya blog ini semoga bisa berguna sebagai mana mestinya.

Saya berharap dengan adanya blog ini juga bisa menjadi ajang menjalin silaturahmi dan berbagi ilmu dengan sesama muslim. Semoga blog ini benar-benar bermanfaat bagi seluruh umat di dunia. Amin..